pengertian-kalimat

Pengertian dan Macam Macam Kalimat Beserta Contohnya

pengertian-kalimat

Pengertian Kalimat

Kalimat merupakan suatu satuan bahasa yang berupa kata atau suatu rangkaian kata-kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat juga merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik itu secara lisan ataupun tulisan.

Dalam wujud lisan, kalimat akan diucapkan dengan suara naik turun, memiliki jeda dan sela, keras lembut dan diakhiri dengan intonasi.

Sedangkan kalimat dalam wujud tulisan, sebuah kalimat akan dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.

 

Macam Macam Kalimat

Apabila dikelompokkan, kalimat terdiri dari banyak sekali macamnya, dan untuk lebih mudah menyimak, mari kita baca pembahasan dan penjelasan macam macam kalimat dibawah ini.

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal biasa disebut dengan kalimat bersahaja, yang merupakan kalimat yang terdiri dari subyek dan predikat saja (satu pola kalimat).

Contoh :

Dina (subyek) baru (predikat)

– Kalimat ini predikatnya bukan kata kerja.

Ayah (subyek) kerja (predikat)

– Kalimat ini predikatnya kata kerja.

2. Kalimat Langsung

Kalimat langsung yaitu kalimat yang langsung di ucapkan oleh seorang pembicara. penulisan kalimat langsung sering menggunakan tanda petik (“).

Contoh :

Ayah berkata, “Liburan bulan depan kita ke TMII”.

3. Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung merupakan suatu  kalimat yang ditirukan oleh orang lain dari ucapan yang pernah diucapkan seseorang. Penulisannya tidak menggunakan tanda petik.

Contoh :

Ayah berkata, bahwa aku harus rajin menabung.

4. Kalimat Berita

Kalimat berita merupakan suatu kalimat yang memberitakan atau menceritakan suatu kejadian atau peristiwa.

Contoh :

Mama sedang pergi belanja ke Pasar Kramat Jati.

Para pahlawan dimakamkan di Kalibat, Jakarta.

 

5. Kalimat Tak Sempurna

Kalimat tak sempurna merupakan suatu kalimat yang tidak mempunyai subyek dan tidak berprediket.

Contoh :

Enyahlah!

Di toko buku =  tak bersubjek dan tak berpredikat.

6. Kalimat Tanya

Kalimat tanya merupakan suatu kalimat pertanyaan yang di kemuka-kan oleh orang yang menanyakan atua memberikan pertanyaan kepada orang yang sedang di ajak bicara dan mengharapkan jawaban.

Dalam kalimat tanya ini , biasannya selalu mempergunakan kata – kata diantanya adalah sebagai berikut: bagaimana, siapa, di mana, mengapa, kapan dan sebagainya. Contoh :

Di manakah tempat tinggalmu?

Siapakah nama ayahmu?

Berapa umur?

7. Kalimat Sempurna

Kalimat sempurna merupakan suatu kalimat yang memiliki subyek, predikat, dan juga obyek.

Contoh :

Kakek membaca koran.

Kakak menjahit pakaian.

Adik bermain bola.

8. Kalimat Tanya Tak Bertanya

Kalimat tanya tak bertanya merupakan suatu kalimat tanya akan tetapi tidak memerlukan sebuah jawaban karena jawabannya telah di ketahui dan merupakan suatu kalimat lengkap.

Contoh :

Siapa yang tidak suka melihat tingkahnya yang baik?

Saya masih heran, kenapa dia masih tetap begitu?

9. Kalimat Nominal

Kalimat nominal yaitu kalimat yang predikat-nya berupa kata benda, keterangan, ataupun kalimat sifat. Jelasnya, predikatnya bukan kata kerja. Contoh :

Ayahku seorang TNI.

Kakakku seorang Dosen.

10. Kalimat Perintah

Kalimat perintah merupakan suatu kalimat yang menyatakan suruhan ataun perintah yang harus di kenalkan oleh orang yang sedang diajak bicara.

Contoh :

Ambilkan buku pelajaran itu di rak buku!

Tutuplah pintu gerbang itu!

Bukalah jendela kamarmu itu!

11. Kalimat Ajakan

Kalimat ajakan merupakan suatu kalimat yang manyata-kan ajakan seseorang kepada orang yang sedang di ajak bicara bersama-sama untuk melakukan sesuatu.

Contoh :

Ayo kita berangkat sekolah, hari sudah mulai siang.

Mari sama-sama minum kopi di kedai.

12. Kalimat Larangan

Kalimat larangan merupakan suatu  kalimat yang menyatakan suatu cegahan atau larangan yang harus dikerjakan oleh orang yang bersangkutan.

Contoh :

Jangan berhenti ditempat ini!

Dilarang merokok di ruangan AC!

13. Kalimat Permintaan

kalimat permintaan yaitu kalimat ajakan yang di perhalus. Kalimat ini sering juga disebut dengan kalimat permohonan.

Contoh :

Tolong harap semua sabar.

Jika tidak keberatan, sudilah kiranya Anda ikut kami.

 

14. Kalimat Pengharapan

Kalimat pengharapan yaitu kalimat yang menyatakan harapan dan biasanya berisi doa-doa yang diinginkan oleh penuturnya untuk orang yang diajak bicara.

Contoh :

Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain waktu.

15. Kalimat Perjanjian

Kalimat perjanjian adalah kalimat yang menyatakan persyaratan dan harus dipenuhi kalimat perjanjian disebut juga kalimat persyaratan.

Contoh :

Kamu boleh tinggal di sini, asalkan mau membantu.

Bila kamu juara kelas, ayah akan belikan sepeda baru.

16. Kalimat Pengandaian

Kalimat pengandaian yaitu kalimat yang menyatakan sebuah angan-angan atau berandai-andai saja. Kalimat ini sering disebut dengan kalimat khayalan.

Contoh :

Andai aku dulu tidak malas, tentu sekarang aku jadi orang berhasil.

Bila aku punya banyak uang, aku bisa membeli apa saja.

Seandainya cepat tertolong tentulah ia tidak meninggal.

17. Kalimat Verbal

Kalimat verbal merupakan suatu kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.

Contoh :

Adik belajar membaca dan menulis di kamar.

Ayah sedang membaca koran.

18. Kalimat Aktif

Kalimat aktif merupakan suatu kalimat yang subyeknya sedang melakukan pekerjaan (berbuat sesuatu). Kalimat aktif ini disebut juga kalimat tindakan.

Contoh :

Ibu sedang memasak di dapur.

Fella menulis cerpen.

19. Kalimat Pasif

Kalimat pasif yaitu kalimat yang bersubyek dan dikenai pekerjaan. Kalimat pasif sering disebut dengan kalimat tanggap.

Contoh :

Baju itu di jemur oleh ibu di belakang rumah.

Bola itu di tendang oleh Aulia.

 

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/

pengertian-sosiologi

Pengertian Sosiologi Beserta Ciri-cirinya Menurut Para Ahli Dunia

pengertian-sosiologi

 

Sosiologi ? Tentunya kita pernah mendengar kata tersebut, Namun ternyata masih banyak di antara kita yang belum mengerti apa itu Sosiologi dan apa ciri-cirinya berikut orangbejo.com telah merangkumnya untuk anda.
Pengertian Sosiologi Secara umum adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan antara manusia dalam bermasyarakat. Sedangkan bila kit melihat sosiologi secara luas sosiologi merupakan ilmu pengetahuan tentang masyarakat dimana sosiologi mempelajari masyarakat sebagai kompleks kekuatan, hubugan dan jaringan iteraksi.

Pengertian Sosiologi menurut para ahli dunia

  1. Soejono Soekanto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. Refrensi : wikipedia
  2. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers mengatakan sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
  3. Max Weber mengatakan Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
  4. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
  5. Paul B. Horton mengatakan sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
  6. Pitirim Sorokin mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
  7. Roucek dan Warren mengatakan sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
  8. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf mengatakan sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

Ciri-ciri Sosiologi sebagai berikut :

  1. Kumulatif, artinya disusun atas dasar teori-teori yang telah ada atau memperbaiki, memperluas, serta memperkuat teori-teori yang lama.
  2. Non etis,  artinya pembahasan suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik atau buruknya masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk memperjelas masalah tersebut secara mendalam
  3. Empiris, artinya ilmu pengetahuan yang didasari pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau menduga-duga.
  4. Teoritis, artinya suatu ilmu pengetahuan yang selalu  berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil pengamatan. Abstraksi merupakan kesimpulan logis yang bertujuan menjelaskan mengenai hubungan dari sebab akibat sehingga menjadi teori.(Johnsons, 1967 (dalam Soekanto,1982:14-15))
Demikin artikel tentang Pengertian Sosiologi Beserta Ciri-cirinya Menurut Para Ahli Dunia, Semoga bermanfaat bagi pembaca blog ini, Terima Kasih 🙂
Sumber : rumus.co.id
Klasifikasi Tipologi Desa

Klasifikasi Tipologi Desa

Klasifikasi Tipologi Desa

Klasifikasi Tipologi Desa

Menurut Nasikun (2007), tipologi (karakteristik) desa dapat diketahui berdasarkan kegiatan pokok masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu, dikenal adanya desa pertanian, desa nelayan, atau desa industri. Selain itu, tipologi desa juga dapat dilihat dari perkembangan masyarakatnya.

Tipologi desa berdasarkan perkembangan masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  1.    Desa Tradisional

Mayoritas desa tradisional dapat ditemukan di daerah pedalaman. Kehidupan masyarakat di pedalaman, seperti bercocok tanam, cara memasak makanan, dan cara pemeliharaan kesehatan masih sangat bergantung kepada alam.

  1.    Desa Swadaya

Kondisi desa ini relatif statis serta bergantung kepada keterampilan pemimpinnya dalam mengelola desa. Di desa ini kedudukan seseorang dinilai berdasarkan keturunan dan kepemilikan lahan, baik lahan sebagai tempat bermukim maupun lahan persawahan/perkebunan sebagai pusat mata pencaharian.

  1.    Desa Swakarya

Desa ini mulai dipengaruhi oleh adanya unsur dari luar, berupa program inovasi desa, demokrasi, serta mobilitas sosial dalam kehidupan masyarakat. Kedudukan seseorang dalam masyarakat tidak lagi ditentukan berdasarkan keturunan dan kepemilikan lahan, tetapi berdasarkan karya dan keterampilan setiap individu.

  1.    Desa Swasembada

Kehidupan masyarakat di desa ini telah maju, ditandai dengan dikenalnya mekanisme teknologi pertanian modern. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan lebih besar dan aktif sesuai dengan keterampilan dan kapasitas pada bidangnya. Desa ini memiliki kelebihan hasil desa sehingga mampu menjualnya ke luar wilayah.

  1.    Desa Pancasila

Tipe desa ini ideal serta sesuai dengan cita-cita bersama yang berasaskan Pancasila. Masyarakat desa ini menjunjung tinggi tercapainya masyarakat adil dan makmur dalam segala bidang kehidupan.


Baca Artikel Lainnya:

Klasifikasi Kota

Klasifikasi Kota

Klasifikasi Kota

Klasifikasi Kota

Berdasarkan karakteristik dinamika fungsionalnya, kota dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tahapan perkembangan berikut.

  1.    Tahap Awal/Infantile(The Infantile Stage)

Pada tahap ini, pembagian antara zona-zona permukiman dan zona-zona perdagangan belum terlihat jelas. Selain itu, perbedaan antara zona permukiman kelas bawah dan kelas atas juga belum terlihat. Pola bangunan masih terlihat belum teratur.

  1.    Tahap Muda/Juvenile(The Juvenile Stage)

Pada tahap ini, sudah terlihat adanya proses pengelompokan pertokoan di bagian tertentu. Selain itu, juga sudah mulai bermunculan permukiman kelas menengah ke bawah di pinggiran kota. Kawasan pabrik tempat para pekerja mencari nafkah juga sudah mulai bermunculan.

  1.    Tahap Dewasa

Pada tahap ini, sudah terlihat adanya gejala segregasi fungsi (pemisahan fungsi-fungsi). Permukiman kelas atas dan kelas bawah sudah terlihat dengan jelas bedanya.

  1.    Tahap Ketuaan (The Senile Stage)

Pada tahap ini, ditandai dengan adanya pertumbuhan yang terhenti (cessation of growth), kemunduran pada beberapa bidang, dan kesejahteraan ekonomi penduduk mulai menunjukkan gejala-gejala penurunan. Kondisi ini dapat ditemukan di kota-kota industri.

Sementara itu, menurut Lewis Mumford, tingkat perkembangan kota ada 6 tahap, yaitu sebagai berikut.

  1. Tahapeopolis, yaitu tahapan perkembangan desa yang sudah teratur menuju arah terbentuknya kehidupan kota.
  2. Tahappolis, yaitu terbentuknya suatu kota, tetapi sebagian penduduknya masih bekerja di sektor agraris.
  3. Tahap metropolis, yaitukota yang kehidupan penduduknya sudah mengarah ke sektor industri.
  4.  Tahapmegapolis, yaitu terbentuknya wilayah perkotaan sebagai gabungan dari beberapa kota metropolis.
  5. Tahaptryanopolis, yaitu kondisi suatu kota yang banyak dijumpai adanya kekacauan, kemacetan lalu lintas, serta tingkat kriminalitas yang tinggi.
  6. Tahap nekropolis, yaitu kondisi suatu kota yang mulai ditinggalkan oleh para penduduknya karena mereka lebih memilih untuk bertempat tinggal di wilayah lain. Pada tahap ini disebut juga sebagai terbentuknya kota mati.

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan

Pengertian Wilayah dan Perwilayahan

Ppidkabbekasi.Id – Dalam mempelajari ilmu geografi, kita sering mengenal istilah wilayah dan perwilayahan. Apakah pengertian wilayah? Apakah artinya sama dengan perwilayahan? Agar lebih memahaminya, mari, kita simak penjelasan berikut ini.

Berdasarkan ilmu geografi, wilayah memiliki definisi yang berbeda dengan daerah. Secara sederhana, daerah lebih menekankan pada suatu tempat dengan batas administrasi, misalnya kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Sementara itu, wilayah lebih menekankan pada suatu tempat yang dapat dibedakan dengan tempat lainnya. Artinya, wilayah tidak selalu sama dengan daerah, meskipun kadang nama wilayah dan daerah adalah sama (misalnya daerah Jawa Tengah dan wilayah Jawa Tengah). Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, wilayah adalah daerah (kekuasaan, pemerintahan, pengawasan, dan lain-lain), serta lingkungan daerah (provinsi, kabupaten, kecamatan). Lingkungan merupakan suatu area dengan lokasi spesifik dan dalam beberapa aspek tertentu berbeda dengan yang lain. Oleh karena itu, dapat didefinisikan bahwa wilayah adalah area yang memiliki karakteristik khas serta dapat dibedakan dengan area yang lainnya.

Perwilayahan adalah suatu proses pembatasan (delineasi) wilayah-wilayah untuk melakukan klasifikasi dengan tujuan tertentu. Tujuan dilakukan pembatasan adalah agar dapat mempermudah dalam mempelajari dan melakukan analisis terhadap wilayah-wilayah. Dalam melakukan pembatasan wilayah tersebut diperlukan adanya kriteria. Kriteria berupa karakteristik yang menjadi dasar pembatasan wilayah. Secara teknik, perwilayahan berkaitan dengan proses penentuan batas wilayah yang bergantung kepada tujuan pengelompokan dan kriteria yang digunakan. Perwilayahan merupakan suatu metode klasifikasi untuk menyederhanakan dunia nyata, kemudian mendeskripsikan hasil klasifikasi tersebut. Contoh perwilayahan yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari adalah pembagian wilayah iklim di dunia berdasarkan garis lintang dan pembagian wilayah waktu di Indonesia.

Perwilayahan merupakan metode yang sangat tepat untuk mendeskripsikan berbagai fenomena, termasuk dalam menggambarkan hubungan antara manusia dan berbagai sumber daya di atas permukaan bumi. Keragaman dan perbedaan karakteristik sumber daya maupun perilaku dan cara-cara manusia dalam memanfaatkan sumber daya dapat disederhanakan dan dijelaskan dengan klasifikasi spasial (perwilayahan). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perwilayahan merupakan metode untuk menyederhanakan keragaman wilayah.

Perwilayahan dilakukan dalam upaya pembangunan suatu wilayah beserta wilayah-wilayah di sekitarnya. Berkaitan dengan pembangunan tersebut, perwilayahan diarahkan pada aspek pemerataan pembangunan, keserasian dan koordinasi pembangunan, serta arah dan prioritas kegiatan pembangunan. Sebagai contoh, berdasarkan penggunaan lahan dan bentuk kegiatan ekonomi, Kota Surabaya adalah wilayah pertumbuhan, sedangkan kabupaten-kabupaten di sekitarnya adalah wilayah penyangga. Setelah ditentukan batas perwilayahan, maka dapat ditentukan arahan pengembangan Kota Surabaya dan kabupaten-kabupaten di sekitarnya sesuai dengan karakteristik masing-masing.